Ketua & Wakil

responsive jquery slider joomla

Kepaniteraan

responsive jquery slider joomla
Pelantikan Wakil PTA Jakarta
Akhirnya PTA Jakarta punya ketua baru
Masa Persiapan Pensiun Panitera dan Purnabakti Panitera Pengganti
Kunjungan STEI TAZKIA
Sosialisasi dan Penjaringan CHA 2017

Sosialisasi dan Penjaringan CHA 2017

Jakara|pta-jakarta.go.id

Bertempat di Aula Kantor PTA Jakarta, Komisi Yudisial Republik Indonesia menghelat Soosialisasi dan Penjaringan Calon Hakim Agung 2017, pada Rabu (22/3). Masa tenggat pengusulan CHA dari tanggal 8-29 Maret 2017 dan ditujukan langsung kepada Komisi Yudisial RI u.p Sekretariat Panitia Seleksi CHA Republik Indoneisa.

 

Seperti diketahui, acara serupa ini juga diadakan di kota lain di Indonesia, yakni Bandung dan Banjarmasin. Hadir, beberapa hakim tingkat banding dari Lingkungan Agama, Militer, Tata Usaha Negara dan Umum, juga beberapa hakim tingkat pertama.

“Bagi yang telah memenuhi syarat, agar tidak “gelap gulita“, menjadi jelas dan tidak ragu”, demikian diucapkan oleh Drs.H.M.Yamin Awie, S.H., M.H., KPTA Jakarta, dalam sambutan pembukaannya.

Yamin Awie juga berharap acara ini dapat memenuhi sasaran, dengan kurang lebih 70 % hadir dari seluruh undangan yang telah disebar.

Kemudian acara langsung dipegang oleh Ketua Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Hakim Komisi Yudisial RI, Dr. Joko Sasmito, S.H., M.H.

Tahun ini, CHA akan dijaring untuk mengisi formasi kebutuhan hakim agung, untuk pidana 1 orang, perdata 2 orang, agama 1 orang, militer 1 orang dan tata usaha 1 orang. Ini sesuai dengan permintaan MA dengan suratnya No. 02/WKMA-NY/2/2017 tertanggal 8 Februari 2017.

Adapun tahapan seleksi CHA meliputi penerimaan usulan, seleksi administrasi, uji kelayakan, yang terdiri dari seleksi kualitas, seleksi kesehatan dan kepribadian dan wawancara terbuka; penetapan kelulusan dan penyampaian usulan kepada DPR.

Yang perlu digarisbawahi adalah dalam tahap seleksi kepribadian, karena pada tahap itu ada rekam jejak diantaranya ada analisa LHKPN. “LHKPN harus dibuat secara periodik, paling tidak dua tahun sekali”, terang komisioner KY ini.

Tambah Joko Sasmito, bahwa bila ada hakim tinggi yang sejak diangkat sebagai hakim tinggi langsung ditempatkan pada Badan Pengawas, Badan Diklat dan badan lain yang tidak memeriksa perkara, apakah bisa sebuah karya tulis menggantikan putusan banding dalam tes objektif, tahap seleksi kualitas. “Hal ini masih dalam diskusi para komisioner di KY”, ungkapnya.

Acara diakhir dengan sesi Tanya Jawab. Dan hingga berita ini diturunkan sudah ada 13 orang yang mendaftarkan diri. Selamat mengikuti Seleksi CHA 2017!

Asti-edy

Hakim PTA Jakarta

free joomla slider module

Kesekretariatan

responsive jquery slider joomla

web link

 

Pengunjung

9444727
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
7149
24648
31797
9353122
229946
169641
9444727
IP: 54.224.2.186
2017-05-29 05:45