Ketua & Wakil

responsive jquery slider joomla

Kepaniteraan

responsive jquery slider joomla
PPHIMM Daerah-PTA Jakarta Gelar Bintek Kepaniteraan dan Kejurusitaan
PPHIMM Daerah-PTA Jakarta Gelar Bintek Kepaniteraan dan Kejurusitaan
Tujuh Puluh Dua Tahun Negeriku di Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta
Diklat Hakim Peradilan Agama Se-DKI Jakarta
SOSIALISASI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 14 TAHUN 2016

Jaga Integritas, KPK Miliki Cyber Pungli

 

ki-ka: Drs.H.Yamin Awie, S.H., M.H., Yang Mulia Dr.H.Amran Suadi, S.H., M.H., M.A dan Dr. Hj.Djazimah Muqoddas, S.H., M.H.

Jakarta|pta-jakarta.go.id

Pesan bernada peringatan itu terlontar dari Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI, Yang mulia Drs.H.Amran Suadi, S.H., M.M. ketika melakukan pembinaan pada Acara Pembinaan Teknis Yustisial dan Diskusi Hukum di Lingkungan Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta pada Jumat, 21 Juli 2017, di aula kantor PTA DKI Jakarta.

 

Acara yang diikuti oleh 67 hakim tingkat pertama dari pengadilan agama sewilayah hukum PTA DKI Jakarta dan 23 hakim tinggi selaku pengawas, merupakan hasil kerja sama yang sinergi antara PTA DKI Jakarta dengan IKAHI Cabang PTA DKI Jakarta. Tidak ketinggalan lima ketua dan lima wakil ketua pengadilan agama se-DKI Jakarta.

Dijadwalkan, setelah pembinaan dari ketua kamar agama MARI, akan berlanjut dengan Pembinaan Teknis Yustisial.

Dalam laporan ketua penyelenggara, Drs.H.A.Choiri, S.H., M.H., acara ini merupakan pelaksanaan dari amanat KPTA DKI Jakarta, Bapak Drs.H.Yamin Awie, S.H., M.H. pada Rapat IKAHI Pertanggungjawaban Pengurus Periode 2016 bulan April lalu, dimana program kerja IKAHI, khususnya Komisi II, Bidang Pengkajian Ilmiah dan Pengabdian Masyarakat dapat berkerja sama dengan PTA DKI Jakarta dalam melakukan pembinaan teknis yustisal bagi hakim tingkat pertama yang senyatanya merupakan anggota dari IKAHI itu sendiri.

Juga merupakan dampak dari suatu keprihatinan dari ucapan Ketua Kamar Agama beberapa waktu lalu, dimana beliau mengatakan bahwa saat ini penguasaan hukum acara para hakim berada dalam titik nadir.

Sambutan KPTA DKI Jakarta

Yamin Awie mengawali sambutannya dengan membacakan surat Al-Ashr dan sebuah kalimat “Mari Kita Ciptakan Hari ini lebih baik dari Kemarin dan Hari Esok Lebih Baik dari Hari Ini”.

“Formasi tempat duduk sengaja dibuat demikian, agar lebih dekat sesama hakim dan setiap tempat duduk ada nomornya, sehingga, kalau Saya bertanya nanti tidak akan menyebutkan nama”, ulas KPTA Jakarta, yang juga dikenal sebagai Bapak Eksekusi ini.

“Boleh lah tegang dan stres sedikit, karena besar harapan kami, sepulang dari acara ini akan memberikan penyegaran dan perubahan”, tegas beliau.

Dalam akhir sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih atas dukungan Ibu Dr. Hj. Djazimah Muqoddas, S.H., M.H., wakil ketua PTA dan seluruh panitia penyelenggara atas kerja kerasnya.

Pembinaan Ketua Kamar Agama

Setelah membuka secara resmi, dengan membaca Bismillahirrahmnirrahim, Ketua Kamar Agama  langsung melakukan pembinaan. Diawali dengan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan acara pembinaan ini.

Pertama,  karena pengusaan hukum acara saat ini dirasa sangat kurang dalam praktek peradilan. “Saya rindu dengan cara penggemblengan masa Bapak Hensyah Sahlani”, harap Amran Suadi.

Pada umumnya para hakim menguasai hukum acara secara teori, namun ketika masuk dalam tataran penerapan, aplikasi di dalam praktek, terjadi perbedaan penafsiran, yang berdampak pada kekeliruan di dalam penerapannya.

Kedua, seluruh hakim harus memiliki dan terus menjaga integritas yang tinggi, etika dan disiplin. Utamanya dengan masalah uang,

“Janganlah bermain uang”.  Selain menurunkan wibawa peradilan juga saat ini KPK telah bekerja sama dengan MA dengan mengeluarkan sebuah aplikasi yang bernama Cyber Pungli, yang dapat memantau seluruh pegawai peradilan yang melakukan pemungutan liar (pungli)”, bisa terkena TOT”, tegasnya.

Ketiga, para hakim harus menjaga kekompakan, kesatuan langkah. “Jangan ciptakan negara dalam negara”. Jangan saling menjelekkan, jangan menjatuhkan. Harus saling menghormati dan saling dukung dan memperkuat.

Terkait pelaksanaan ekonomi syariah, Bapak yang pernah menjadi wakil ketua PTA Jawa Timur ini berpesan bahwa kita harus terus belajar, untuk lebih meningkatkan dalam penguasaannya ekonomi syariah. Sehingga menimbulkan kepercayaan dari dunia usaha. “Saat ini banyak investor yang mundur ketika mengetahui ada klausula bahwa bila terjadi sengketa akan di bawa ke pengadilan agama”.

Diakhir pembinaan, Amran Suadi mengajak “marilah kita bekerja sama, marilah kita sama-sama bekerja, membesarkan peradilan agama melampaui harapan”.

Pembinaan Teknis Yustisial dan Diskusi HukumSetelah rehat sejenak, lanjut ke acara inti, Pembinaan Teknis Yustisial dan Diskusi Hukum yang akan dipimpin langsung oleh KPTA DKI Jakarta, Bapak Drs.H.Yamin Awie, S.H., M.H. dari pukul 10 WIB hingga sore hari.

 

 

 

as-ed

 

Hakim PTA Jakarta

free joomla slider module

Kesekretariatan

responsive jquery slider joomla

Laporan Perkara

web link

 

Pengunjung

10163591
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
414
5014
9016
10121979
111358
180082
10163591
IP: 54.81.73.2
2017-10-24 02:07