Ketua & Wakil

responsive jquery slider joomla

Kepaniteraan

responsive jquery slider joomla
PTA DKI Jakarta Raih Dua Gelar
PTA DKI Jakarta Gelar Pelantikan Pejabat Struktural dan Fungsional
Bimtek Kepaniteraan dan Kejurusitaan PA se-DKI Jakarta
Pembinaan Teknis

Tingkatkan Disiplin Diri

  

Penyerahan Buku Laporan Kegiatan PPHIMM Tahun 2017 dari

Dr.H.Ahmad Fathoni, S.H., M.H., Ketua PPIMM Daerah kepada Drs.H.M.Yamin Awie, KPTA DKI Jakarta

 

Jakarta|pta-jakarta.go.id

Kalimat sederhana nan klasik itu terlontar dari Ketua PTA DKI Jakarta, ketika melakukan pembinaan, sekaligus membuka Acara Pembinaan Teknis Yustisial Kejurusitaan di Lingkungan Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta yang bertempat di Aula Kantor PTA DKI Jakarta(26/1).

 

Acara diikuti oleh 60 jurusita/jurusita pengganti dari pengadilan agama sewilayah hukum PTA DKI Jakarta. Hadir dalam kesempatan itu, para hakim tinggi dan para wakil ketua Pengadilan Agama sewilayah DKI Jakarta.

Bintek ini merupakan hasil kerja sama penuh sinergi antara PTA DKI Jakarta dengan PPHIMM Daerah Cabang PTA DKI Jakarta.

Dijadwalkan, setelah acara pembukaan, diskusi dipimpin  langsung oleh KPTA DKI Jakarta, Bapak Drs.H.Yamin Awie, S.H., M.H. dan siang harinya akan dilanjutkan dengan materi yang akan disampaikanoleh Yang Mulia, Dr.H. Edi Riadi, S.H., M.H.

Acara pembukaan ditutup dengan penyerahan Buku Laporan Kegiatan PPHIMM Tahun 2017 dari Dr.H.Ahmad Fathoni, S.H., M.H. kepada Drs.H.M.Yamin Awie, S.H.,M.H.

Sambutan KPTA DKI Jakarta

Sebelum membuka acara, Yamin Awie memberikan sebuah motivasi, bahwa PTA Jakarta melaui forum ini berkeingingan agar kinerja aparatur pengadilan agama khususnya para juru sita/pengganti lebih baik dan tetap memiliki disiplin tinggi.

Dari data yang masuk hingga acara ini dibuka ada 20 orang yang belum hadir. “Jika pada “pembukaan” belum hadir, Saya masih bisa maklum”, tegas beliau. “Jika dipanggil untuk pembinaan tidak hadir, bagaimana dengan kinerja sehari-hari”.

“Disiplin diri harus tinggi untuk sebuah kinerja yang baik”, imbuh KPTA Jakarta.

Mengenai tempat duduk yang berkode, Yamin Awie menjelaskan bahwa kode-kode di tempat duduk berguna untuk memudahkan dalam penyebutan dan menyamarkan nama peserta. “Boleh lah tegang sedikit, karena besar harapan kami, sepulang dari acara ini akan memberikan perubahan, bukan hanya “tahu” namun  juga “menjalankan”, tegas beliau.

Pola Bindalmin 

Memasuki materi pertama- yang diulas sendiri oleh KPTA Jakarta- tidak bisa dipungkiri suasana sedikit tegang. Namun dengan gaya seorang Yamin Awie, suasana kelas kembali mencair.

Satu demi satu, pertanyaan meluncur dari bapak yang dijuluki Bapak Eksekusi ini. Dan apa yang menjadi jawaban segera digarisbawahi oleh beliau dan menjadi perhatian bagi seluruh peserta.

Peserta Bertanya YM Menjawab

Sesudah sholat Jumat dan ishoma, materi kejurusitaan dibidani oleh  Hakim Agung, Yang Mulia Dr.H. Edi Riadi, S.H., M.H. Beliau menggunakan metode peserta bertanya, nara sumber menjawab. “Jika saya tidak bisa menjawab akan saya bawa kepada yang lebih ahli”, tandas YM yang baru satu tahun berkantor di Medan Merdeka Utara ini. 

 

 

Yang Mulia Edi Riadi didampingi Ahmad Fathony

 

Dalam diskusi tersebut ada beberapa yang bisa menjadi masukan bagi unsur pimpinan, baik di Badilag maupun MA, diantaranya tentang keamanan juru sita/pengganti, karena disinyalir jurusita/pengganti sering mendapat perlakuan kasar dari pihak dan agar dibuatkan atribut jurusita/pengganti yang lebih memadai.

Kemudian berkembang pula tentang panggilan lewat media elektronik (email atau hp). Hal ini demi menyikapi kemajuan teknologi. Seperti di negara Qatar, dimana unsur IT sudah masuk dalam dunia peradilan, baik dalam membuatan BAS maupun dalam pemanggilan para pihak.

Yang tidak kalah penting tentang pelaksanaan Sema No.6 Tahun 2014 Tentang Penanganan Bantuan Panggilan/Pemberitahuan dalam pelaksanaan di lapangan. Yakni sering dijumpai, surat melalui media elektronik sudah sampai namun wesel pos belum sampai di pengadilan agama yang didelegasikan. Karena keterlamatan wesel pos tersebut, mengambat pula pelaksanaan pemanggilan/pemberitahuannya.

 

 

Pesan Yang Mulia diakhir diskusi, bahwa kita bekerja harus sungguh-sungguh diawali dengan mengetahui dasar hukumnya. "Sebagai jurusita/pengganti harus "baca", baca dasar hukum, baca aturan baru".

"Semangat untuk terus belajar dan belajar harus ada dalam diri kita", tandasnya. 

as-end

 

Hakim PTA Jakarta

free joomla slider module

Kesekretariatan

responsive jquery slider joomla

web link

 

Pengunjung

10749451
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
5170
9174
48060
10644856
170989
189285
10749451
IP: 54.156.37.174
2018-04-21 13:06