Komitmen 3 PTA (DKI Jakarta, Bandung dan Banten) dihadapan Pak Dirjen untuk Percepatan Penyelesaian Perkara I (08/10)

logo

Komitmen 3 PTA (DKI Jakarta, Bandung dan Banten) dihadapan Pak Dirjen untuk Percepatan Penyelesaian Perkara I (08/10)

Written by sudarman on .

Written by sudarman on . Hits: 62

Komitmen 3 PTA (DKI Jakarta, Bandung dan Banten) dihadapan Pak Dirjen untuk Percepatan Penyelesaian Perkara

 Komitmen Bersama.1

Jakarta | pta-jakarta.go.id (08/10)
Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan komitmen bersama untuk percepatan penyelesaian perkara berupa percepatan bantuan panggilan/pemberitahuan, sita, pemeriksaan setempat, eksekusi, dan perlawanan pihak ketiga antar wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta, Pengadilan Tinggi Agama Bandung dan Pengadilan Tinggi Agama Banten.

Hadir secara offline pada komitmen bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI Lantai 12 Jalan Jenderal Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat, Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H., Direktur Pembinaan Tenaga Teknis, Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag., Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H., Ketua PTA DKI Jakarta, Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H., Ketua PTA Bandung, Dr. H. Bahruddin Muhammad, S.H., M.H., Ketua PTA Banten, Dr. H. A. Choiri, S.H., M.H., Wakil Ketua PTA DKI Jakarta, Drs. H. Endang Ali Ma’sum, S.H., M.H. dan Hakim Tinggi serta Ketua PA sewilayah PTA Bandung dan Banten serta pejabat III dan IV pada Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI dan Tim IT PTA/PA Jakarta.

Komitmen Bersama.2

Dalam komitmen bersama tersebut ketiga Ketua Pengadilan Tinggi Agama (DKI Jakarta, Bandung dan Banten) diberikan kesempatan untuk menyampaikan kerangka pikiran dan statement serta ide inovatif secara bergiliran terkait digulirkannnya komitmen bersama dalam mempercepat proses penyelesaian perkara pada Pengadilan Agama di wilayah hukum tiga Pengadilan Tinggi Agama (DKI Jakarta, Bandung dan Banten).

Ketua PTA DKI Jakarta, Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H., memberikan pointer-pointer penting dalam gagasannya dihadapan pak Dirjen, para Direktur, Ketua PTA Bandung dan Banten serta Ketua PA sewilayah hukum tiga PTA tersebut, adapun komitmen bersama dalam rangka mempercepat penyelesaian perkara dengan ilustrasi bahwa komitmen bersama yang akan dilaksanakan ini adalah sesuatu yang biasa saja dan merupakan bahagian kecil dari bidang tugas dan fungsi peradilan yang meliputi panggilan secara delegasi, penyampaian isi putusan, pemeriksaan setempat, penyitaan, eksekusi, dan perlawanan yang semuanya itu sudah berjalan dan sudah ada dasar hukumnya. Hanya saja tugas bantuan itu belum berjalan sesuai asas sederhana, cepat dan biaya ringan secara efektif dan belum menggambarkan sebuah pelayanan publik berkualitas. Oleh karena itu pak Syarif Mappiasse menjelaskan permasalahan yang menjadi kendala dalam penyelesaian perkara.

Adanya ego sektoral dan keinginan maju secara parsial dari satker Pengadilan tingkat pertama yang berada di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama khususnya yang mengadakan Komitmen Bersama ini, disadari ataupun tidak, telah menjadi konflik kepentingan sebagai efek samping dari sistem promosi yang didasarkan pada prestasi SIPP dan kinerja tersebut.Selanjutnya konflik kepentingan tersebut dalam manajemen risiko adalah sebuah tantangan yang harus diubah menjadi peluang, dan ini adalah menjadi tugas dan tanggung jawab serta wewenang Pengadilan Tinggi Agama yang membawahi satker yang berada dalam kewenangannya berdasarkan Pasal 39 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Komitmen Bersama.3

Untuk itu memudahkan pengawasan mengenai jalannya peradilan agar diselenggarakan dengan seksama dan sewajarnya, serta karakter dan integritas ASN, termasuk hakim yang berada dibawah kewenangan Pengadilan Tinggi Agama yang melakukan Komitmen Bersama ini. Demikian pula untuk mengendalikan pelaksanaan tugas tersebut, maka akan dibentuk sebuah aplikasi yang terkoneksi, terintegrasi dan tersinergi dengan ketiga Pengadilan Tinggi Agama tersebut dan satker dibawahnya.

Hal lainnya ada konflik kepentingan pada bantuan panggilan, karena hal ini sebuah tantangan yang harus diubah menjadi peluang, dan ini adalah menjadi tugas dan tanggung jawab serta wewenang Pengadilan Tinggi Agama yang membawahi satker yang berada dalam kewenangannya berdasarkan pasal 39 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Oleh karena itu untuk memudahkan pengawasan mengenai jalannya peradilan agar diselenggarakan dengan seksama dan sewajarnya serta karakter dan integritas ASN termasuk hakim yang berada dibawah kewenangan Pengadilan Tinggi Agama yang melakukan MoU ini.

Demikian pula untuk mengendalikan pelaksanaan tugas tersebut, maka akan dibentuk sebuah aplikasi yang terkoneksi, terintegrasi dan tersinergi dengan ketiga Pengadilan Tinggi Agama tersebut dan satker dibawahnya, oleh karena itu dengan adanya Komitmen Bersama ini agar permasalahan selama ini yang sering dirasakan masyarakat pencari keadilan segera mendapat kepastian hukum oleh pengadilan tersebut.

Setelah penyampaian ide-ide dan paparan tiga PTA tersebut dilanjutkan sesi penandatanganan Komitmen Bersama dalam rangka Percepatan Bantuan Panggilan/Pemberitahuan, Sita, Pemeriksaan Setempat, Eksekusi, dan Perlawanan Pihak Ketiga, antar wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta, Pengadilan Tinggi Agama Bandung dan Pengadilan Tinggi Agama Banten.

Komitmen Bersama

Kemudian dilanjutkan pembinaan dari Bapak Dirjen Badilag, dengan mengawali uapan terima kasih kepada Ketua PTA DKI Jakarta merupakan inspirator bersama Ketua PTA Bandung dan Banten dalam mewujudkan komitmen bersama untuk percepatan penyelesaian perkara pada tiga wilayah hukum PTA DKI Jakarta, Bandung dan Banten, selain itu pak Aco Nur juga menyampaikan tentang kebijakan-kebijakan Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI dalam rangka menata dan meningkatkan kinerja Badan Peradilan Agama pada Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama seluruh Indonesia.

Pada kesempatan yang sama juga Direktur Pembinaan Tenaga Teknis, Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag. untuk memberikan petunjuk dan arahnya terkait adanya komitmen bersama dan kebijakan Badilag lainnya dalam membangun lembaga peradilan agama seluruh Indonesia dan kemudian pembinaan dilanjutkan oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H. bahwa Pengadilan Agama harus siap menghadapi tantangan dan dapat memberikan solusi bersifat membangun agar peradilan agama kedepan semakin maju dan mempunyai daya saing yang tinggi.

Komitmen Bersama.5

Komitmen Bersama ini berjalan lancar dengan suasana protap ketat dengan mengutamakan pencegahan Covid-19 dimana peserta sangat terbatas, menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun/handsanitizer. (Drm.SM.humas.pta.dki)

Hubungi Kami

Pengadilan  Tinggi Agama DKI Jakarta

Jalan Raden Inten II No. 3, Duren Sawit,
Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta (13440)

Telp:  (021) 86902313

Fax: (021) 86902314

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

layanan Informasi

LAYANAN INFORMASI
DAN PENGADUAN