Sambut Ramadan 1447 H, PTA Jakarta Perkuat Spiritual Melalui Tadarus dan Salat Berjamaah (6/3)

logo

Sambut Ramadan 1447 H, PTA Jakarta Perkuat Spiritual Melalui Tadarus dan Salat Berjamaah (6/3)

Written by admin on .

Written by admin on . Hits: 102

Sambut Ramadan 1447 H, PTA Jakarta Perkuat Spiritual Melalui Tadarus dan Salat Berjamaah

Jakarta | pta-jakarta.go.id

Pengadilan Tinggi Agama Jakarta menggelar berbagai kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan 1447 H sebagai bagian dari pembinaan spiritual bagi seluruh pegawai. Kegiatan tersebut menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan suci Ramadan.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain sholat zuhur berjamaah, tausiyah atau kultum Ramadan bertempat di Aula PTA Jakarta, kemudian pembacaan tadarus Al-Qur’an secara online maupun offline.

Dalam pelaksanaan tadarus Al-Qur’an secara online, setiap kelompok terdiri dari 30 pegawai dan ditargetkan mampu menyelesaikan satu juz per hari. Sementara itu, tadarus secara offline dilaksanakan setelah sholat zuhur berjamaah. Untuk tadarus offline, setiap kelompok terdiri dari 9 orang dengan pembagian tiga juz per kelompok.

Ketua PTA Jakarta, Dr,. Drs. Muh Abduh Suleman S.H, M.H dalam Tausiyah pada pembukaan hari pertama kegiatan Ramadan, Kamis (19/2/2026),  mengatakan  kehadiran bulan Ramadan adalah anugerah besar yang membawa keberkahan melimpah. Beliau mengajak seluruh aparatur PTA Jakarta untuk memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya, mengingat keistimewaan bulan Ramadan yang jauh berbeda dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Bulan Ramadan yang datang kepada kita adalah bulan penuh keberkahan. Kita harus memanfaatkannya dengan maksimal karena ada perbedaan mendasar dengan bulan lain, melalui berbagai aktivitas ibadah yang diwajibkan maupun yang disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua PTA Jakarta membedah makna "berkah" dari sisi bahasa dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menjelaskan bahwa secara bahasa, berkah berarti sesuatu yang memberikan nilai tambah pada kebaikan.

Kehidupan yang berkah adalah ketika umur yang diberikan oleh Allah digunakan untuk hal-hal yang diridai-Nya. Begitu pula dengan rezeki; jika penghasilan yang kita dapatkan tidak digunakan untuk hal-hal yang dimurkai Allah, maka itulah penghasilan yang berkah," tegasnya.

Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa sesuatu seringkali terasa tidak cukup dalam hidup jika kehilangan unsur berkah. Beliau pun menjelaskan tiga indikator keberkahan yang harus direnungkan:

  1. Kecukupan dalam Kesederhanaan: Sesuatu yang berjumlah sedikit namun terasa banyak dan mencukupi.
  2. Kemanfaatan: Segala sesuatu yang didapatkan terasa nyata manfaatnya bagi diri sendiri maupun orang lain.
  3. Pendorong Ketaatan: Apa yang diperoleh menjadi stimulan atau pendorong untuk semakin meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Tausiyah ini menjadi pengingat bagi keluarga besar PTA Jakarta agar menjalankan tugas kedinasan dan ibadah selama Ramadan dengan niat meraih rida Allah, sehingga setiap peluh dalam bekerja bernilai berkah bagi kehidupan. (RA)

Hubungi Kami

Pengadilan  Tinggi Agama Jakarta

Jalan Raden Inten II No. 3, Duren Sawit,
Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta (13440)

Telp:  (021) 86902313

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

     

Flag Counter