PTA Jakarta Memperingati Nuzulul Al-Qur’an, sebuah Upaya Memahami Nilai-Nilai Qur’ani

logo

PTA Jakarta Memperingati Nuzulul Al-Qur’an, sebuah Upaya Memahami Nilai-Nilai Qur’ani

Written by admin on .

Written by admin on . Hits: 19

PTA Jakarta Memperingati Nuzulul Al-Qur’an, sebuah Upaya Memahami Nilai-Nilai Qur’ani

 nuzulul-1447.png

Jakarta | pta-jakarta.go.id

Memasuki hari-17, Kamis 5 Maret 2026, Pengadilan Tinggi Agama Jakarta memperingati Nuzulul Qur’an, dengan tema “Dengan Nilai-nilai Qur’ani, Kita Wujudkan Insan Peradilan yang Memiliki Kapabilitas dan Kepedulian Sosial Tinggi Menuju Peradilan yang Agung”.

Peringatan dimulai dari tausiah agama tentang Nuzulul Qur’an, buka puasa bersama yang dirangkai dengan pembagian santunan bagi anak yatim piatu warga sekitar Kantor Pengadilan Tinggi Agama Jakarta.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Kegiatan Nuzulul Qur’an dan Buka Puasa Bersama, Bapak Dr. Drs. H. Dalih Effendy, S.H., M.Esy. menyampaikan terimakasih kepada seluruh donatur yang telah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan mengumpulkan dana bagi anak yatim. Dan diharapkan kedepannya dapat menjadi wadah bagi warga peradilan yang ingin menyalurkan infak, shodaqoh dan zakatnya.

Ceramah Nuzulul Qur’an menghadirkan hakim senior Pengadilan Tinggi Agama Jakarta, Bapak Drs. H Uwanuddin, S.H., M.H.

Beliau mengawali tauziahnya dengan memberikan pencerahan bahwa Al-qur’an diturunkan Allah SWT dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah pada malam-malam ganjil di sepuluh malam yang akhir di Bulan Romadhon. Al-qur’an membahas banyak sekali tentang kehidupan manusia. Isinya bukan hanya soal ibadah, tapi juga tentang akhlak, hukum, kisah umat terdahulu sampai petunjuk hidup sehari-hari. Sehingga Al-qur’an disebut sebagai petunjuk hidup manusia dari lahir hingga setelah mati.

Di dalam Al-Qur’an, ada ayat yang sangat terkenal tentang pahala sedekah yang dilipatgandakan sampai 700 kali lipat. Ayat ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 261. Yang artinya “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261). Ayat ini memberi gambaran sederhana, yaitu dengan menanam 1 benih biji, tumbuh menjadi 7 bulir yang setiap bulir berisi 100 biji. Sehingga dengan 1 sedekah, bisa mendapatkan 700 pahala. Ayat setelahnya juga menjelaskan bahwa sedekah yang baik itu tidak diiringi dengan menyebut-nyebut pemberian atau menyakiti penerima. Maka Hikmah dari ayat ini bahwam sedekah tidak membuat harta berkurang, malah dilipatgandakan pahalanya. Allah memberi perumpamaan dengan benih karena sedekah itu seperti menanam kebaikan. Yang penting adalah ikhlas dan tidak menyakiti orang yang diberi.

nuzulul-1447-1.png

 

Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 22 orang anak yatim piatu. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bentuk kepedulian dan wujud nyata pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-qur’an khususnya tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama.

nuzulul-1447-2.png

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, dapat menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya sebagai seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk mengamalkan ajaran al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan dan semangat berbagi.

Acara ditutup dengan zikir Bersama hingga berbuka puasa dengan sederhana. (Nastiti)

 

Hubungi Kami

Pengadilan  Tinggi Agama Jakarta

Jalan Raden Inten II No. 3, Duren Sawit,
Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta (13440)

Telp:  (021) 86902313

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

     

Flag Counter